Mesjid AGUNG yang megah dan Sang pengais rejeki!

Posted: Desember 2, 2011 in CERPEN, Sosial, Story, umum
Tag:,

Hampir setiap Hari Jumat aku melaksanakan ibadah jumat di salah satu mesjid kebanggaan masyarakat Riau, Pekanbaru khususnya. yaitu mesjid Agng Annur. Kemegahan mesjid ini membuat masyarakat Pekanbaru bangga. Setelah bekerja di Pekanbaru hampir setiap jumat aku selalu Ibadah disana, ya karena mesjid ini kebetulan deket dari kantorku. Dan mesjid yang semegah itu ada fenomena didalamnya. Lagi-lagi ga jauh beda dengan apa yang aku temukan di perempatan jalan Pekanbaru yang aku tuangkan beberapa hari yang lalu di blog ini.

Fenomena itu sangat bertolak belakang dengan megahnya gedung ibadah ini. aku disini tidak mempermasalahkan tempat ibadahnya, namun beberapa sosok manusia yang mengais rejeki dengan meminta belas kasihan khalayak ramai yang ingin melakukan ibadah jumat di mesjid ini. lagi-lagi miris, melihat saudara-saudara kita yang kurang sempurna “maaf” secara fisik yang tidak sama seperti kita. namun tidak banyak ibu-ibu membawa anak balitanya yang sedang tertidur di pangkuan si Ibu sambil mengharapkan belas kasihan, bahkan anak-anak kecil yang aku lihat jika mereka sekolah ya sepantaran SD,mereka membawa kotak kecil duduk rapi di pinggiran lorong itu dengan wajah polos berharap recehan dari jemaah yang lalu lalang.

Ada beberapa pertanyaan yang ada di benakku setiap aku kesana.

  1. Apa bapak-bapak ini tidak shalat jumat? hanya meminta-minta saja? sedangkan mereka di mesjid. oke, mereka ga sempurna, namun apa itu adalah alasan untuk tidak mengikuti shalat?? (aku juga bukan orang yang beribadah secara sempurna, itu hanya pemikiran yang ada di benakku.
  2. Ibu-ibu ini masih kuat, dan mengapa mesti membawa anak balitanya untuk hal seperti ini???
  3. Dimana orang tua mereka? hingga banyak sekali anak kecil yang meminta-minta di sini
  4. Mengapa posisi duduk mereka selalu sama di setiap minggunya? Apa mereka sudah bagi lahan??oh noo..mungkin picik sekali pikiran ku.
  5. Dimana Keluarga kakek nenek ini sampai mereka di telantarkan seperti ini??

Dan banyak lagi yang ada di benakku ketika melewati lorong mesjid. Terpaku aku melihat satu orang anak yang duduk di kursi roda yang berada di tengah perempatan lorong mesjid. Dia duduk dengan tatapan kosongnya mengarah ke jemaah yang masuk ke mesjid. Ternyata anak ini adalah seorang anak special. Karena tingkah laku anak ini adalah anak spesial (AUTIS). Nah pertanyaan timbul lagi, siapa yang membawa anak ini kesini?? Dan setiap jumat dia selalu ada di sana, di tempat yang sama di arah yang sama bahkan sehabis jemaah shalat, arah kursi roda itu berpindah kearah jemaah yang keluar mesjid. Timbul pertanyaan lagi, siapa yang memutarkan kurasi roda itu kearah yang berlawanan dari sebelum mulai shalat? Oke oke oke, mungkin aku terlalu sok dan ga penting juga untuk mencari tahu kenapa, bagaimana dan siapa yang membawa anak ini. Namun setiap jumat anak ini selalu menarik perhatianku, sedikit uang lebih aku sisihkan buat anak ini di setiap jumatnya, ga banyak banyak banget sih karena aku juga belum sanggup untuk memberi lebih.

Beberapa minggu lalu, aku heran dengan sosok pria dewasa yang selalu duduk dan bersender ditembok ga jauh dari anak ini, berbaju koko yang rapi, berkaca mata, ga tua-tua banget, yang aku lihat masih kuat dan gagah selalu duduk ga jauh dari anak itu di setiap jumatnya. Setiap ada orang yg memberi sedekah, pria itu selalu melihat dengan tatapan yang aneh(ya menurutku aneh).  Tapi aku ga perlu memikirkan dia, karena mungkin dia hanya kebetulan duduk dsana dan prihatin dengan anak ini. Namun, waktu itu aku kebetulan cepet keluar mesjid setelah jumatan, dengan kaget aku melihat pria yang selalu duduk ga jauh dari anak itu yang selalu memutarkan arah kursi anak itu kearah jemaah yang pulang dari shalat dan kembali duduk di tempat biasanya.

Ya ALLAH….apa dia orang tuanya?? Itu yang ada di benakku. Dan setiap juamat hingga tadi aku masih melihat sosok yang sama. Dan aku yakin itu adalah keluarganya kemungkinan besar AYAHNYA. Subhannallah?? Apa ini?? Apa dia tidak kasihan melihat anaknya seperti itu? Apa tidak ada cara lain selain itu, sedangkan dia masih kuat dan masih bisa mencari rejeki demi anak spesialnya ini, tidak harus menjual kekurangan anaknya ini. Dimana hati nurani seorang Ayah?? Dimana kekuatan batin seorang ayah yang harusnya melindungi anaknya apalagi anaknya ini bukan anak biasa. Ya ALLAH, aku Cuma miris, andaikan ada sekolah luar biasa yang gratis di kota ini mungkin dia mendapatkan sesuatu yang special dari dirinya.

Fenomena hidup ini memang rumit, demi sejumlah uang mereka menghiraukan kasih sayang. Apalagi melihat kakek nenek yang tua renta meminta minta sambil menatap kosong jemaah yang hadir, bahkan sampai tertidur sedang duduk. “DIMANA ANAK MEREKA yang mereka lahirkan dan mereka didik dengan beruraian keringat??” apa mereka tega orang tua mereka seperti ini?? dan disini juga beberapa anak-anak yang meminta-minta adalah suruhan orang tuanya, karena ga sedikit mereka berbaris di lorong itu adalah satu keluarga. ayah, ibu dan beberapa anaknya. oh no….

Ya inilah hidup, kita Cuma bisa berusaha dan berdoa. Ga hanya di jalan, dimana-mana selalu ada hal yang seperti ini. Lagi-lagi aku Cuma berdoa agar aku bisa sukses dan bisa berbagi kepada mereka-mereka yang special seperti anak tadi. Semoga mereka dan kita semua selalu di beri nikmat hidup dan tidak menyia-nyiakan setiap detik yg udah kita lewati. Karena setiap detik yang kita lewati adalah sesuatu yang akan kita terima di masa depan nantinya. Buat temen semua sayangilah orang-orang di sekitar kita, karena mereka masih butuh uluran tangan kita walaupun itu kecil.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s