Udah 5 bulan aku balik ke Pekanbaru, kota dimana aku dilahirkan. Sebelumnya pemandangan di jalanan ibu kota Jakarta santapan sehari-hari aku, dari gedung-gedung menjulang tinggi hingga melihat orang yang tidur beralaskan tanah sekaligus di selimuti dinginnya malam. Terkadang aku berpikir, apa ini adil? apa inikah hidup? yang 2 tahun lalu aku masih di pekanbaru jarang melihat masyarakat yang begitu susahnya untuk makan, bahkan untuk berteduh pun mereka tidak punya apa-apa.
Namun, setelah aku kembali ke kota bertuah ini, ternyata semua sudah berubah, kota yang sudah mulai padat dengan kendaran-kendaraan mewah, asap pembuangan kendaraan yang semakin semakin bertambah dan bahkan di setiap perempatan dan pertigaan sudah banyak manusia yang memakai baju lusuh dengan kotak di tangan mereka berjalan dari pintu ke pintu mobil mengharapkan belas kasihan dari sang juragan yang berada di singgasana berjalan dan beroda 4 di trafic light. Dengan wajah letih dan lusuh mereka cuma berkata “permisi pak, permisi buk, kasihani kami”. hati ku cuma bisa berkata, “ini sudah sama dengan metropolitan” wajah2 seperti ini sudah ada di kota ku. ya kita kesampingkan dulu pengemis itu “jujur atau bohong” dengan kaki satu ngesot di jalanan mendekati mobil itu. itulah pemandangan ku setiap pagi dan malam sepulang kerja.
Nah, malam ini aku iseng buka website sosial yaaa biasalah, Muka BUku alias Facebook. disana ada beberapa temenku yang upload foto2 mereka yang bisa jalan keluar kota, keliling indonesia, bahkan dengan gagahnya mereka berfoto di monumen2 yg melambangkan suatu negara di luar negeri sono. waaaaahh…cuma tertegun kagum melihat temen2 ku yang sukses dan bisa tersenyum lebar. disana spontan aku berfikir, “kapan gw bisa sepeti itu” aku cuma terfikir, aku belum ada apa2 nya. belum bisa menikmati hasil jerih payah ku hingga bisa mencicipi bisa jalan2 kesana kemari.
Melamun trus, mengingat apa yang aku lihat setiap harinya, aku malah merasa beruntung, Aku masih bisa makan dengan tenang, tidur di atas kasur dan di dalam kamar yang hangat, aku masih bisa berteduh ketika panas dan hujan. di bandingkan saudara2 ku yang ada di jalanan cuma tidur dialaskan aspal dan di selimuti dinginnya malam itu.
YA ALLAH, terima kasih atas nikmat yang ENGKAU berikan.
Melihat orang sukses membuat ku termotivasi untuk bisa seperti mereka tersenyum lebar, dan melihat seorang pengemis membuatku sadar jangan sia – sia kan waktu dan berusahalah untuk terus maju dan sadar mereka masih butuh uluran tangan orang2 yg berhati mulia.

Perubahan adalah sesuatu yg tidak bisa dielakkan. Perubahan akan selalu terjadi dengan bertambahnya waktu detik demi detik. Semisalnya kita yg selalu berubah menjadi semakin “tua”.
Tapi yg paling penting adalah bgmana sikap kita dlm menghadapi perubahan tsb. Why? Karena kita dikaruniai akal..dg akal kita bisa menentukan pilihan jln hidup mana yg akan kita tempuh. Dan pilihan2 tersebut telah tersedia di dlm buku petunjuk segala umat, yaitu Al Quran. Di dlm Al Quran terpapar jelas beberapa pilihan jln hidup dan kemana arahnya.
Apakah dari hari ke hari menjadi lebih baik ato membosankan? Its your choice!
Apakah hari esok dijalani dg kejujuran atau kebohongan baru? You decde it.
Apakah detik demi detik berikutnya akan dijalani dg rasa syukur atau menyalahkan kerasnya hidup? You know how its end.
Apakah pikiran ato hanya umur saja yg akan bertambah dewasa dari hari ke hari?
Berbesar hatilah dengan tujuan kita dilahirkan dimuka bumi ini, yaitu sebagai khalifah. Dg segala keistimewaan yg telah dianugerahkan kpd kita – manusia.