Hening malam yang menyelimuti malam ini begitu berbeda, hati ini begitu berbeda dari malam-malam biasanya. Rintik hujan mulai terdengar diatas atapku. Sentak hatiku mengingat seseorang yang belum lama aku kenal. Tapi kami cukup dekat dan selalu berhubungan baik hingga rasa dari seorang sahabat ingin melebihi rasa itu.
Pertama kali kenal dya di dunia maya. Tapi aku tahu dya juga satu kota denganku. Dan semakin lama berhubungan ternyata dya adik kelas ku waktu sekolah dulu. Dari sana awal pertemenan kami. Dan memang dunia ini kecil banget buat ku saat itu. Tiba-tiba temen kampus ku menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan cew itu. Ternyata cew itu adalah sepupu temenku. Nah dari sana dya memberikan nomor ponselnya. Disana kami mulai lebih deket dan kami pun janjian buat bertemu.
Waktu itu pun datang. Aku janjian ketemuan denganya, dan akhirnya aku jemput dya kerumahnya, ya seperti orang biasanya, kami hanya pergi ke sebuah mall dan mencari tempat makan. Ya di kotaku memang ga ada tujuan yang menarik selain mall. Ya itu she bagi kami biasa aja, jalan ama seorang temen biasa. Akhirnya kami pulang, di pertengan perjalanan, hujan turun begitu cepat yang kebetulan aku hanya naik motor. Aku ingin banget mencari tempat berteduh hingga hujan reda. Tapi dya berkata “ga usah berhenti, jalan terus aja, aku ga pernah hujan-hujanan dijalan, pa lagi ama cowok.” Ya dengan berat hati ku terus jalan dibawah guyuran hujan dengan sedikit membuat suasana menjadi hangat, karena dingin nya sampe ke tulang. Ya dengan guyuran hujan sambil tertawa di atas motor kami pun sampai di rumahnya.
Setelah kejadian itu kami pun semakin deket. Tapi karena kesibukan masing-masing kami ga pernah jalan bareng lagi, tapi sms selalu jalan. Waktu itu aku pun keluar kota selama 2 minggu. Dya juga sibuk dengan ujian-ujian dikampus. Kami berhubungan hanya di facebook. Setelah 2 minggu aku pun berangkat ke kota ku kembali. Setiap kejadian aku selalu member informasi ke dya. Sampai aku dirumah pun masih smsan. Keesokannya aku ga ada hubungin dya, dya juga ga ada hubungin aku lagi. Ya kami sama-sama berfikir dya sibuk dengan jadwal kuliah yang mulai padat.
Satu minggu lagi dya ulang tahun, nah aku berniat ga menghubuginya sampai tepat di hari ulang tahunnya. Ya selama beberapa hari aku pun ga ada sms dya lagi. Walau niat itu ada, karena kangen ama dya. Dan perasaan selalu ga enak. Cuma karena pengen buat surprise aja aku nahan diri buat sms dya.
Handphone pun berbunyi, ternyata alarm handphone ku yang berbunyi mengingatkan hari ultahnya. Dengan semangat ya waaaah, aku telp dya, tapi beberapa kali aku telpon ga pernah diangkat, ya mau tak mau aku hanya bias ngucapin melalui sms. Wahh..masih ga dib alas, perasaan mulai ga tenang. Karena udah tengah malam bgd nungguin sms dan telpon ga diangkat-angkat, aku pun tidur.
Paginya “kringgggggggggg kringggggggg…” handphone ku berbunyi sentak membangunkan ku dari mimpi ku. Waaahh telpon masuk dari nomor ponselnya. Dengan semangat aku mengangkat telponnya. Tapi, suara itu bukan suara dya, ternyata itu suara ibunya. Aku mulai heran, ada apa ini. Tiba-tiba ibunya berkata, “terima kasih ya ucapannya, kamu ga tahu ya kabar “dya”?” waahh aku mulai bingung lagi neh…”kabar apa tante?” menjawab pertanyaan ibunya dengan pertanyaan lagi. “sebenarnya ada apa tante?” aku balik bertanya. “dya udah ga ada, dya udah meninggal, tante heran, kamu ucapannya kok beda dari temen-temen dya yang lain.makanya tante telp, tapi makasih ya ucapannya” dddddddddddduuuuuaaaaaaaaarrrrrr…ngantuk yang begitu dahsyat hilang begitu aja.sentak aku terdiam ga mendengar apa yang diomongin tante itu lagi beberapa menit. “halo halo” tante itu memanggilku. “iya tante” saat itu aku hanya bias berkata, turut berduka cita, dya pergi begitu cepat, kecelakaan yang merenggut nyawanya. Saat itu aku ga tau mesti bagaimana.
Hari itu aku masih ga habis pikir, aku mengetahui berita duka di hari ulang tahunnya, yang harus dya berbahagia. Sebelum pulang dari luar kota dya hanya bertanya, “kapan kita jalan lagi dan hujan2an lagi?” aku Cuma menjawab, setelah pulang nanti kami akan jalan dan hujan2an lagi. Tapi semua itu berubah, hati ini tidak hanya hujan bahkan banjir yang melanda begitu dahsyat.
Cuma doa yang bisa aku berikan di hari ulang tahunnya, semoga dya diterima disisi NYA. Amin. Dan semoga dya merasakan apa yang aku rasakan setelah mengenalnya. Selamat jalan teman aku selalu mendoakanmu.
DIarsipkan di bawah: CERPEN, Love, Story, umum | Ditandai: CERPEN, History



nice story…
kita ga tau kpn waktu itu datang..
yg bisa kita lakukan sblum waktu itu hadir adalah berbuat yang terbaik walaupun dengan hal kecil..
iya….semua mesti melakukan hal yg baik sebelum semua nya terlmbat.semuanya berada di tanganNYA!!!